Berapa Biaya Pembuatan Website Perusahaan? Ini Faktor yang Menentukan
Biaya pembuatan website perusahaan bisa berbeda jauh. Kenali faktor yang menentukan harga dan biaya rutin yang sering terlupakan sebelum memilih penawaran.
Baca artikel →
Bagi perusahaan manufaktur yang melayani pembeli dari luar negeri, website hanya dalam bahasa Indonesia bisa menjadi penghalang. Calon pembeli dari Singapura, Tiongkok, atau negara lain akan lebih percaya pada website yang bisa mereka pahami dengan mudah, tanpa harus menerjemahkan sendiri.
Artikel ini membahas manfaat website multibahasa, bahasa yang perlu dipilih, cara menyusunnya agar ditemukan di Google, dan kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Untuk banyak perusahaan di Indonesia, kombinasi yang umum adalah:
Pilih bahasa berdasarkan asal pembeli Anda saat ini dan pasar yang ingin Anda tuju. Lebih baik dua bahasa yang dikelola dengan baik daripada lima bahasa yang tidak pernah diperbarui.
Setiap bahasa sebaiknya memiliki alamat sendiri, misalnya /id, /en, dan /zh. Dengan begitu, Google dapat menampilkan versi bahasa yang tepat kepada setiap pencari, dan pengunjung bisa membagikan tautan halaman dalam bahasa yang mereka baca.
Di balik layar, setiap halaman memberi tahu Google versi bahasa lainnya melalui tanda khusus bernama hreflang. Anda tidak perlu mengaturnya sendiri jika website dibangun dengan benar, tetapi pastikan penyedia jasa Anda memahaminya. Langkah SEO lain untuk pasar luar negeri ada di SEO untuk website ekspor.
Terjemahan mesin bisa menjadi titik awal, tetapi istilah teknis seperti nama material, proses produksi, atau ukuran harus ditinjau oleh orang yang memahaminya. Kesalahan istilah bisa membuat pembeli salah memahami produk Anda, dan dalam perdagangan, kesalahpahaman bisa berujung pada pesanan yang tidak sesuai.
Cara praktisnya: siapkan daftar istilah atau glosarium yang berisi nama produk, bahan, dan proses dalam setiap bahasa. Gunakan glosarium ini secara konsisten, baik di website maupun di dokumen penawaran.
Orang mencari dengan cara yang berbeda di setiap bahasa. Pembeli lokal mungkin mencari "kemasan karton", sementara pembeli internasional mencari "carton box packaging", dan pembeli dari Tiongkok mencari dalam bahasa Mandarin. Karena itu, judul dan deskripsi setiap halaman sebaiknya ditulis untuk pembaca bahasa tersebut, bukan sekadar diterjemahkan kata per kata. Mulailah dari pertanyaan pembeli di setiap bahasa, seperti di riset kata kunci untuk bisnis B2B.
Tidak semua konten harus diterjemahkan sekaligus. CMS yang baik menampilkan bahasa utama jika terjemahan suatu halaman belum tersedia, sehingga tidak ada halaman kosong. Anda bisa memulai dengan halaman terpenting, misalnya beranda, tentang kami, dan produk utama, lalu melengkapi sisanya secara bertahap.
Gunakan istilah yang sama di seluruh katalog untuk setiap bahasa. Konsistensi memudahkan pembeli membandingkan produk dan membantu pencarian di website Anda. Kategori produk juga sebaiknya disusun dengan logika yang sama di semua bahasa, sehingga struktur website tetap rapi.
Website multibahasa membutuhkan alur kerja yang jelas. Tentukan siapa yang menulis konten di bahasa utama dan siapa yang meninjau terjemahannya. Saat menambah produk baru, lengkapi semua bahasa sekaligus jika memungkinkan, atau catat halaman yang terjemahannya belum lengkap agar tidak terlupa.
Setelah website multibahasa berjalan, pantau hasilnya. Alat gratis seperti Google Search Console menunjukkan dari negara mana pengunjung datang dan kata kunci apa yang mereka gunakan. Data ini membantu Anda memutuskan halaman mana yang perlu diperkuat, dan apakah perlu menambah bahasa baru di kemudian hari.
Perhatikan juga pertanyaan yang masuk dari pembeli luar negeri. Jika pertanyaan yang sama sering muncul, tambahkan jawabannya di halaman produk dalam bahasa tersebut.
Website multibahasa bukan sekadar menerjemahkan teks, tetapi menyambut pembeli dalam bahasa mereka sendiri.
Ingin tahu lebih banyak tentang mengelola konten website? Baca apa itu CMS.