Website atau Media Sosial, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis B2B?

Oleh · 6 Oktober 2026 · 4 menit baca

Ilustrasi website perusahaan dan media sosial di ponsel

Banyak perusahaan bertanya: apakah masih perlu website jika sudah aktif di media sosial? Untuk bisnis yang menjual ke perusahaan lain (B2B), jawabannya hampir selalu ya. Media sosial dan website bukan pilihan yang saling menggantikan. Keduanya memiliki peran berbeda dan bekerja paling baik jika digunakan bersama.

Peran media sosial

Media sosial unggul dalam menjangkau orang baru dan menjaga perusahaan Anda tetap terlihat. Unggahan tentang proyek terbaru, proses produksi, atau kegiatan perusahaan membantu membangun kesadaran merek.

Namun, media sosial memiliki keterbatasan untuk bisnis B2B:

  • Bukan milik Anda: aturan, tampilan, dan jangkauan ditentukan oleh platform. Akun juga bisa dibatasi atau hilang.
  • Informasi tersebar: detail produk terkubur di antara unggahan lama dan sulit ditemukan.
  • Jangkauan tidak pasti: tidak semua pengikut melihat unggahan Anda.
  • Kurang lengkap untuk keputusan pembelian: pembeli B2B membutuhkan spesifikasi, sertifikasi, dan informasi perusahaan yang lengkap.

Peran website

Website adalah aset yang sepenuhnya milik perusahaan Anda. Di website, Anda menentukan apa yang ditampilkan dan bagaimana menyajikannya.

  • Pusat informasi: produk, spesifikasi, profil perusahaan, dan sertifikasi tersusun rapi di satu tempat.
  • Ditemukan di Google: pembeli B2B sering memulai pencarian pemasok di Google, bukan di media sosial.
  • Membangun kepercayaan: website yang profesional menunjukkan bahwa perusahaan Anda serius dan mapan.
  • Menerima permintaan penawaran: formulir di website mengubah pengunjung menjadi calon pelanggan dengan informasi yang lengkap.

Bagaimana keduanya bekerja bersama

Diagram peran media sosial dan website dalam penjualan B2B
Diagram peran media sosial dan website dalam penjualan B2B

Bayangkan perjalanan seorang pembeli. Mereka melihat unggahan Anda di LinkedIn atau Instagram, lalu tertarik. Langkah berikutnya, mereka mencari informasi lebih lengkap, dan di situlah website berperan. Di website, mereka melihat produk, membaca tentang perusahaan, dan mengirim permintaan penawaran.

Tanpa website, minat yang muncul dari media sosial sering berhenti di tengah jalan. Calon pembeli harus bertanya lewat pesan untuk informasi dasar, dan tidak semua orang mau melakukannya.

Mengapa pembeli B2B memeriksa website

Keputusan pembelian B2B biasanya melibatkan beberapa orang dan nilai transaksi yang besar. Sebelum menghubungi pemasok, pembeli sering:

  1. Mencari pemasok di Google
  2. Membandingkan beberapa website pemasok
  3. Memeriksa produk, kapasitas, dan sertifikasi
  4. Membagikan tautan website kepada atasan atau tim pembelian
  5. Baru kemudian menghubungi pemasok yang paling meyakinkan

Jika perusahaan Anda tidak memiliki website, atau websitenya tidak meyakinkan, Anda bisa tersingkir sebelum sempat dihubungi. Salah satu halaman yang paling sering dicek adalah halaman Tentang Kami.

Platform media sosial yang relevan untuk B2B

  • LinkedIn: paling relevan untuk menjangkau pengambil keputusan di perusahaan lain.
  • Instagram: efektif untuk menampilkan produk, proses produksi, dan proyek secara visual.
  • Facebook: masih banyak digunakan, terutama untuk bisnis di Indonesia.
  • YouTube: cocok untuk video proses produksi atau demonstrasi produk.

Pilih satu atau dua platform yang paling sesuai dengan pelanggan Anda dan kelola dengan konsisten, daripada aktif di semua platform tetapi jarang diperbarui.

Menghubungkan keduanya

  • Cantumkan alamat website di profil semua akun media sosial Anda
  • Tautkan unggahan ke halaman produk atau artikel yang relevan di website
  • Tampilkan tautan ke akun media sosial di website Anda
  • Gunakan informasi bisnis yang sama di semua tempat: nama, alamat, dan kontak

Konsistensi ini juga membantu Google memahami bahwa semua akun tersebut milik perusahaan yang sama.

Jika anggaran terbatas, mulai dari mana?

Untuk bisnis B2B, mulailah dengan website yang rapi dan informatif, karena website adalah tempat pembeli mengambil keputusan dan menghubungi Anda. Setelah itu, gunakan media sosial untuk mengarahkan lebih banyak orang ke website. Satu website yang baik akan terus bekerja untuk Anda, bahkan saat Anda tidak sedang mengunggah apa pun. Kalau ragu cukup satu halaman atau perlu website lengkap, baca landing page atau website perusahaan.

Contoh perjalanan pembeli

Seorang manajer pembelian di perusahaan makanan sedang mencari pemasok kemasan baru. Ia melihat unggahan sebuah pabrik kemasan di LinkedIn tentang kemasan ramah lingkungan. Tertarik, ia membuka profil perusahaan dan mengklik tautan website.

Di website, ia menemukan halaman industri makanan, melihat produk yang sesuai beserta spesifikasinya, dan membaca tentang sertifikasi pabrik. Ia lalu membagikan tautan halaman produk kepada timnya dan mengirim permintaan penawaran melalui formulir.

Media sosial memulai perjalanan ini, tetapi website yang menyelesaikannya.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mengandalkan media sosial saja: informasi produk sulit ditemukan dan bergantung pada platform pihak lain.
  • Website tidak terhubung dengan media sosial: tidak ada tautan dari profil ke website, atau sebaliknya.
  • Informasi yang berbeda-beda: alamat, kontak, atau nama produk berbeda di website dan media sosial.
  • Website tidak pernah diperbarui: media sosial aktif, tetapi website masih menampilkan produk lama.
  • Mengarahkan semua pertanyaan ke pesan pribadi: pembeli B2B sering lebih suka membaca informasi lengkap terlebih dahulu.

Pertanyaan umum

Apakah bisnis B2B wajib aktif di media sosial?

Tidak wajib, tetapi bermanfaat. Media sosial membantu perusahaan Anda tetap dikenal. Jika sumber daya terbatas, pilih satu platform yang paling relevan, misalnya LinkedIn, dan kelola dengan konsisten.

Apakah website perlu menampilkan unggahan media sosial?

Tidak harus. Lebih penting memastikan website memiliki informasi yang lengkap dan tautan ke akun media sosial Anda. Menampilkan unggahan secara langsung juga dapat memperlambat website.

Media sosial membuat orang mengenal Anda. Website membuat mereka yakin untuk menghubungi Anda.

Baca juga cara agar website perusahaan muncul di Google, atau lihat layanan pembuatan website kami.