Landing Page atau Website Perusahaan: Kapan Cukup Satu Halaman?

Oleh · 23 Oktober 2026 · 4 menit baca

Ilustrasi satu halaman landing page di samping website perusahaan dengan beberapa halaman yang saling terhubung

Anda mau pasang iklan untuk satu lini produk, atau baru buka usaha dan butuh sesuatu yang bisa ditautkan dari WhatsApp dan Instagram. Lalu muncul tawaran: "Bikin landing page saja, lebih cepat dan lebih murah." Tawaran itu masuk akal. Pertanyaannya, apakah satu halaman memang cukup untuk bisnis Anda, atau nanti malah harus bikin ulang dari awal?

Jawabannya tergantung pada apa yang perlu dilihat pembeli sebelum mereka menghubungi Anda. Artikel ini membantu Anda memutuskan, tanpa istilah yang berbelit.

Apa bedanya landing page dan website perusahaan?

Landing page adalah satu halaman dengan satu tujuan. Isinya fokus pada satu penawaran, misalnya satu produk, satu promo, atau satu acara, dan diakhiri satu ajakan yang jelas: isi formulir, telepon, atau chat. Tidak ada menu yang mengajak pengunjung pergi ke mana-mana.

Website perusahaan adalah kumpulan halaman yang saling terhubung: profil perusahaan, produk atau layanan, proyek, artikel, dan kontak. Tujuannya lebih luas. Pembeli bisa menelusuri sendiri, membandingkan, dan memeriksa apakah perusahaan Anda layak dipercaya.

Keduanya bukan soal mana yang lebih bagus. Keduanya alat untuk pekerjaan yang berbeda. Yang sering jadi masalah adalah memakai alat yang salah: landing page dipaksa menampung semua produk, atau iklan diarahkan ke beranda website sehingga pengunjung harus mencari sendiri produk yang tadi mereka lihat di iklan.

Kapan satu halaman sudah cukup

Landing page cocok kalau pesan Anda memang satu dan pembeli tidak perlu banyak riset sebelum menghubungi Anda. Contohnya:

  • Kampanye iklan untuk satu produk. Orang yang mengklik iklan sudah tahu apa yang dicari. Mereka butuh halaman yang langsung menjawab, bukan beranda yang membuat mereka mencari lagi.
  • Acara atau promo berbatas waktu. Pameran, peluncuran produk, atau penawaran musiman. Setelah selesai, halamannya bisa dinonaktifkan.
  • Menguji ide baru. Anda ingin tahu apakah ada peminat untuk layanan baru sebelum membangun semuanya.
  • Usaha yang benar-benar baru. Produknya masih sedikit dan belum ada proyek untuk ditunjukkan. Satu halaman yang rapi lebih baik daripada website besar yang isinya kosong.

Kapan Anda butuh website perusahaan

Untuk kebanyakan pabrik, distributor, dan perusahaan B2B, satu halaman cepat terasa sempit. Tanda-tandanya:

  • Produk Anda banyak, dengan spesifikasi, ukuran, atau bahan yang berbeda. Pembeli ingin melihat produk yang mereka butuhkan, bukan menggulir satu halaman panjang.
  • Pembeli memeriksa Anda dulu. Bagian pengadaan biasanya ingin tahu siapa perusahaannya, sudah berapa lama berdiri, alamat dan legalitasnya, sebelum mengundang Anda menawar.
  • Anda ingin ditemukan di Google untuk banyak pencarian. Satu halaman sulit relevan untuk puluhan nama produk sekaligus. Website dengan halaman terpisah untuk tiap produk atau layanan memberi Google lebih banyak halaman yang jelas topiknya. Google sendiri menemukan sebagian besar halaman baru lewat tautan dari halaman lain, jadi struktur yang saling terhubung membantu.
  • Anda ingin menulis artikel atau memajang proyek. Konten seperti ini butuh tempat yang tetap.

Google juga menyarankan pemilik website memudahkan pembaca mencari tahu siapa di balik sebuah konten, misalnya lewat halaman "Tentang Kami". Di landing page, informasi ini biasanya tidak ada ruangnya.

Baca juga: website company profile atau katalog produk, mana yang Anda butuhkan.

Kalau memakai landing page untuk iklan

Kalau Anda beriklan di Google Ads, Google menilai pengalaman di halaman tujuan iklan. Panduan Google Ads memberi beberapa arahan yang juga berlaku untuk iklan di tempat lain:

  1. Halaman sesuai dengan iklannya. Kalau iklan menyebut satu produk atau satu penawaran, itulah yang pertama terlihat di halaman.
  2. Ajakan di halaman sama dengan ajakan di iklan. Iklan bilang "minta penawaran", maka formulir permintaan penawaran harus mudah ditemukan.
  3. Informasinya berguna dan asli. Jelaskan produknya dengan jelas: kegunaan, spesifikasi utama, dan untuk siapa.
  4. Info penting ada di bagian atas. Jangan paksa pengunjung menggulir jauh untuk tahu apa yang Anda tawarkan.
  5. Tidak penuh pop-up, dan tetap nyaman dibuka di ponsel.

Jalan tengah: website plus landing page kampanye

Banyak perusahaan akhirnya memakai keduanya. Website perusahaan menjadi rumah tetap: profil, katalog, kontak, dan artikel. Untuk setiap kampanye iklan, dibuat landing page di dalam website yang sama, misalnya di alamat seperti /promo/nama-produk/.

Cara ini punya beberapa keuntungan. Pengunjung dari iklan yang ingin tahu lebih banyak tetap bisa mampir ke profil perusahaan. Anda cukup merawat satu domain, satu CMS, dan satu tempat untuk mengukur hasilnya. Setelah kampanye selesai, halamannya bisa diarsipkan tanpa mengganggu website utama.

Kalau anggaran sekarang hanya cukup untuk satu halaman, tidak apa-apa. Pastikan saja halaman itu dibuat di platform yang bisa ditambah halaman nanti, supaya Anda tidak perlu mulai dari nol. Pakai juga domain sendiri sejak awal, bukan alamat bawaan platform, agar tautan yang sudah tersebar di kartu nama dan brosur tetap berlaku saat website bertambah besar.

Pertanyaan sebelum Anda memutuskan

  1. Berapa banyak produk atau layanan yang perlu dijelaskan secara terpisah?
  2. Apakah pembeli Anda biasanya memeriksa profil perusahaan sebelum menghubungi?
  3. Apakah pengunjung akan datang terutama dari iklan, atau dari pencarian Google?
  4. Apakah halaman ini untuk sementara, atau untuk bertahun-tahun?
  5. Kalau nanti butuh halaman baru, bisakah ditambahkan tanpa membangun ulang?

Kalau sebagian besar jawabannya mengarah ke "banyak", "diperiksa dulu", dan "bertahun-tahun", website perusahaan lebih tepat. Kalau jawabannya "satu", "dari iklan", dan "sementara", landing page sudah cukup.

Landing page bagus untuk satu pesan. Website perusahaan bagus untuk pembeli yang ingin memeriksa sebelum percaya.

Masih ragu mana yang cocok? Lihat layanan pembuatan website kami, atau baca dulu berapa biaya pembuatan website perusahaan supaya bisa menimbang dari sisi anggaran.