PHP dan Node.js: Celah Menjalankan Kode dari Jarak Jauh
PHP dan Node.js menutup celah yang bisa membuat orang menjalankan kode di server Anda dari jarak jauh. Cek versi aman dan langkah Anda hari ini.
Baca artikel →
Anda mau pasang iklan untuk satu lini produk, atau baru buka usaha dan butuh sesuatu yang bisa ditautkan dari WhatsApp dan Instagram. Lalu muncul tawaran: "Bikin landing page saja, lebih cepat dan lebih murah." Tawaran itu masuk akal. Pertanyaannya, apakah satu halaman memang cukup untuk bisnis Anda, atau nanti malah harus bikin ulang dari awal?
Jawabannya tergantung pada apa yang perlu dilihat pembeli sebelum mereka menghubungi Anda. Artikel ini membantu Anda memutuskan, tanpa istilah yang berbelit.
Landing page adalah satu halaman dengan satu tujuan. Isinya fokus pada satu penawaran, misalnya satu produk, satu promo, atau satu acara, dan diakhiri satu ajakan yang jelas: isi formulir, telepon, atau chat. Tidak ada menu yang mengajak pengunjung pergi ke mana-mana.
Website perusahaan adalah kumpulan halaman yang saling terhubung: profil perusahaan, produk atau layanan, proyek, artikel, dan kontak. Tujuannya lebih luas. Pembeli bisa menelusuri sendiri, membandingkan, dan memeriksa apakah perusahaan Anda layak dipercaya.
Keduanya bukan soal mana yang lebih bagus. Keduanya alat untuk pekerjaan yang berbeda. Yang sering jadi masalah adalah memakai alat yang salah: landing page dipaksa menampung semua produk, atau iklan diarahkan ke beranda website sehingga pengunjung harus mencari sendiri produk yang tadi mereka lihat di iklan.
Landing page cocok kalau pesan Anda memang satu dan pembeli tidak perlu banyak riset sebelum menghubungi Anda. Contohnya:
Untuk kebanyakan pabrik, distributor, dan perusahaan B2B, satu halaman cepat terasa sempit. Tanda-tandanya:
Google juga menyarankan pemilik website memudahkan pembaca mencari tahu siapa di balik sebuah konten, misalnya lewat halaman "Tentang Kami". Di landing page, informasi ini biasanya tidak ada ruangnya.
Baca juga: website company profile atau katalog produk, mana yang Anda butuhkan.
Kalau Anda beriklan di Google Ads, Google menilai pengalaman di halaman tujuan iklan. Panduan Google Ads memberi beberapa arahan yang juga berlaku untuk iklan di tempat lain:
Banyak perusahaan akhirnya memakai keduanya. Website perusahaan menjadi rumah tetap: profil, katalog, kontak, dan artikel. Untuk setiap kampanye iklan, dibuat landing page di dalam website yang sama, misalnya di alamat seperti /promo/nama-produk/.
Cara ini punya beberapa keuntungan. Pengunjung dari iklan yang ingin tahu lebih banyak tetap bisa mampir ke profil perusahaan. Anda cukup merawat satu domain, satu CMS, dan satu tempat untuk mengukur hasilnya. Setelah kampanye selesai, halamannya bisa diarsipkan tanpa mengganggu website utama.
Kalau anggaran sekarang hanya cukup untuk satu halaman, tidak apa-apa. Pastikan saja halaman itu dibuat di platform yang bisa ditambah halaman nanti, supaya Anda tidak perlu mulai dari nol. Pakai juga domain sendiri sejak awal, bukan alamat bawaan platform, agar tautan yang sudah tersebar di kartu nama dan brosur tetap berlaku saat website bertambah besar.
Kalau sebagian besar jawabannya mengarah ke "banyak", "diperiksa dulu", dan "bertahun-tahun", website perusahaan lebih tepat. Kalau jawabannya "satu", "dari iklan", dan "sementara", landing page sudah cukup.
Landing page bagus untuk satu pesan. Website perusahaan bagus untuk pembeli yang ingin memeriksa sebelum percaya.
Masih ragu mana yang cocok? Lihat layanan pembuatan website kami, atau baca dulu berapa biaya pembuatan website perusahaan supaya bisa menimbang dari sisi anggaran.