Daftar Periksa Sebelum Website Perusahaan Diluncurkan
Oleh Aldo Febrian · 22 Oktober 2026 · 4 menit baca
Hari peluncuran website baru sering terasa seperti garis akhir. Desain sudah disetujui, konten sudah diisi, dan semua orang ingin segera mengumumkannya. Namun, banyak masalah kecil baru ketahuan setelah website tayang: formulir yang tidak terkirim, gambar yang terlalu berat, atau halaman lama yang tiba-tiba hilang dari Google.
Sebagian besar masalah tersebut bisa dicegah dengan pemeriksaan sederhana sebelum peluncuran. Artikel ini berisi daftar periksa yang dikelompokkan dalam empat area: konten, fungsi, mesin pencari, dan kesiapan operasional.
Diagram daftar periksa peluncuran website dalam empat area
Area 1: Konten
Konten adalah hal pertama yang dilihat calon pelanggan. Periksa dengan teliti, sebaiknya oleh orang yang tidak ikut menulisnya.
Ejaan dan tata bahasa: baca ulang setiap halaman, termasuk judul dan tombol.
Informasi kontak: alamat, nomor telepon, nomor WhatsApp, dan email sudah benar dan aktif.
Data produk: nama, spesifikasi, dan foto produk sesuai kondisi terbaru.
Teks contoh sudah dihapus: tidak ada sisa teks percobaan atau gambar contoh dari tahap desain.
Halaman kebijakan privasi: tersedia, terutama jika website mengumpulkan data melalui formulir. Lihat apa saja isinya.
Versi bahasa lain: jika website multibahasa, pastikan setiap versi sudah diterjemahkan dengan lengkap.
Website perlu bekerja dengan baik di berbagai perangkat, bukan hanya di layar komputer tim yang membuatnya.
Tampilan di ponsel: buka setiap halaman penting di beberapa ponsel. Pastikan teks terbaca, tombol mudah ditekan, dan tidak ada bagian yang terpotong.
Formulir diuji: kirim formulir kontak dan permintaan penawaran, lalu pastikan pesannya benar-benar sampai ke orang yang tepat.
Tautan dan tombol: tidak ada tautan yang mengarah ke halaman kosong atau "tidak ditemukan".
Kecepatan: periksa halaman utama dan halaman produk dengan PageSpeed Insights. Gambar berukuran besar adalah penyebab lambat yang paling umum.
Browser berbeda: coba di beberapa browser yang umum digunakan.
Area 3: Mesin pencari
Pengaturan ini menentukan apakah website mudah ditemukan di Google sejak awal.
Judul dan deskripsi unik: setiap halaman memiliki judul dan deskripsi yang menjelaskan isinya, tidak sama satu dengan yang lain.
Website boleh diindeks: selama pengembangan, website sering diatur agar tidak diindeks Google. Pastikan pengaturan ini sudah dimatikan saat peluncuran.
Sitemap: tersedia dan dikirim melalui Google Search Console.
Redirect dari website lama: jika sebelumnya sudah ada website, alamat halaman lama dialihkan ke halaman baru yang sesuai dengan redirect 301.
Google Analytics 4: terpasang, dan pengiriman formulir dicatat sebagai tindakan penting agar hasil website bisa diukur.
Peluncuran bukan akhir pekerjaan. Dalam beberapa minggu pertama, lakukan pemeriksaan lanjutan:
Kirim satu formulir uji dari website yang sudah tayang.
Periksa Google Search Console untuk halaman yang belum terindeks atau error "tidak ditemukan". Lihat penyebab dan cara memperbaikinya.
Pastikan data pengunjung mulai masuk ke Google Analytics 4.
Kumpulkan masukan dari tim penjualan dan pelanggan tentang hal yang membingungkan.
Perbarui alamat website di media sosial, profil bisnis, tanda tangan email, dan materi cetak.
Kesalahan yang sering terjadi
Peluncuran terburu-buru karena tenggat acara: pemeriksaan dilewati dan masalah ditemukan oleh pelanggan.
Website lama dimatikan tanpa redirect: posisi di Google yang sudah dibangun ikut hilang.
Formulir tidak pernah diuji: pesan calon pelanggan masuk ke email yang tidak dibuka siapa pun.
Pengaturan larangan indeks lupa dimatikan: website tidak muncul di Google berminggu-minggu.
Pertanyaan umum
Siapa yang sebaiknya melakukan pemeriksaan ini?
Idealnya bersama-sama. Penyedia website memeriksa sisi teknis, sedangkan tim perusahaan memeriksa kebenaran konten, karena merekalah yang paling memahami produk dan layanan.
Apakah website boleh diluncurkan bertahap?
Boleh. Halaman utama, produk, dan kontak bisa diluncurkan lebih dulu, lalu artikel dan halaman tambahan menyusul. Yang penting, halaman yang sudah tayang lengkap dan berfungsi dengan baik.
Bagaimana jika ada kesalahan yang ditemukan setelah peluncuran?
Hal ini wajar terjadi, bahkan setelah pemeriksaan yang teliti. Catat setiap temuan, urutkan berdasarkan dampaknya bagi calon pelanggan, lalu perbaiki satu per satu. Kesalahan konten biasanya bisa diperbaiki sendiri melalui CMS, sedangkan masalah teknis sebaiknya diteruskan ke penyedia website.
Waktu yang dipakai untuk memeriksa sebelum peluncuran jauh lebih berharga daripada memperbaiki kesan buruk setelahnya.