Website Perusahaan di Ponsel: Hal yang Sering Terlewat
Cek website mobile friendly untuk perusahaan: tombol terlalu kecil, tabel terpotong, formulir melelahkan, pop-up, dan kecepatan di data seluler. Cek 15 menit.
Baca artikel →
Proyek website jarang gagal karena urusan teknis. Yang lebih sering terjadi: biaya membengkak karena "fitur ini kami kira sudah termasuk", domain ternyata terdaftar atas nama vendor, atau pengembangnya sulit dihubungi saat website bermasalah. Hampir semuanya bisa dicegah dengan kontrak yang jelas.
Artikel ini membahas poin yang sebaiknya ada di kontrak pembuatan website sebelum Anda tanda tangan. Ini bukan nasihat hukum. Untuk proyek bernilai besar, minta bagian legal atau konsultan hukum perusahaan Anda membacanya juga.
Bagian ini paling sering jadi sumber salah paham. Penawaran harga yang hanya berbunyi "website company profile" bisa ditafsirkan berbeda oleh dua pihak. Minta ruang lingkup ditulis rinci:
Tulis juga cara menangani permintaan tambahan di tengah jalan: diajukan tertulis, diberi harga dan waktu tambahan, lalu disetujui sebelum dikerjakan.
Bagi proyek menjadi beberapa tahap, misalnya desain, pembangunan, pengisian konten, dan peluncuran. Setiap tahap punya hasil yang bisa dicek dan tanggal target. Kaitkan pembayaran dengan tahap yang sudah selesai dan disetujui, bukan hanya dengan tanggal.
Jangan lupa sisi Anda. Jadwal sering mundur karena klien terlambat mengirim materi atau memberi persetujuan. Kontrak yang adil menulis apa yang terjadi kalau itu terjadi: jadwal ikut bergeser, dan sampai kapan proyek dianggap masih berjalan.
Tulis juga kapan website dianggap selesai. Misalnya, setelah Anda menyatakan setuju secara tertulis, atau setelah beberapa hari kerja tanpa keberatan sejak website diserahkan.
Ini poin yang paling sering terlupa, padahal akibatnya paling besar. Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, program komputer termasuk ciptaan yang dilindungi. Pasal 36 undang-undang itu menyebut bahwa untuk ciptaan yang dibuat berdasarkan pesanan, pencipta dan pemegang hak ciptanya adalah pihak yang membuat ciptaan, kecuali diperjanjikan lain.
Artinya, kalau kontrak diam soal ini, Anda belum tentu memegang hak atas desain dan kode program website yang Anda bayar. Hak cipta bisa dialihkan lewat perjanjian tertulis, jadi tuliskan dengan jelas:
Website bukan barang sekali jadi. Setelah diluncurkan, tetap perlu pembaruan, backup, dan perbaikan. Pisahkan dua hal ini di kontrak:
Kalau ada janji waktu tanggap saat website bermasalah, minta ditulis dalam angka yang jelas, bukan "secepatnya".
Formulir di website mengumpulkan data pribadi: nama, email, nomor telepon. Dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, perusahaan Anda biasanya berperan sebagai pengendali data. Vendor yang mengelola website dan server atas nama Anda bisa berperan sebagai prosesor data.
Pasal 51 undang-undang ini mewajibkan prosesor memproses data berdasarkan perintah pengendali, dan meminta persetujuan tertulis pengendali sebelum melibatkan prosesor lain. Pasal 46 mewajibkan pengendali memberi tahu secara tertulis paling lambat 3 x 24 jam kalau terjadi kegagalan pelindungan data. Karena itu, kontrak sebaiknya memuat:
Kontrak yang baik juga mengatur cara berpisah. Kalau suatu hari Anda pindah vendor, Anda harus bisa membawa website Anda tanpa mulai dari nol. Pastikan kontrak menyebut apa yang diserahkan:
Tulis juga berapa lama pemberitahuan sebelum kontrak pemeliharaan dihentikan, dan cara menyelesaikan perselisihan.
Kontrak yang jelas bukan tanda tidak percaya. Justru kontrak yang jelas membuat kedua pihak bisa fokus bekerja, bukan berdebat.
Baca juga cara memilih jasa pembuatan website dan memilih domain .co.id atau .com. Sedang membandingkan penawaran? Lihat paket layanan kami, atau hubungi kami untuk bertanya.