Keamanan Website Perusahaan, Langkah Dasar yang Perlu Anda Pastikan
Langkah dasar menjaga keamanan website perusahaan: HTTPS, pembaruan rutin, kata sandi kuat dan 2FA, hak akses pengguna, backup, dan perlindungan dari spam.
Baca artikel →
Website perusahaan yang dibuat bertahun-tahun lalu sering terasa ketinggalan zaman: tampilannya kurang rapi di ponsel, lambat dibuka, atau sulit diperbarui. Redesign adalah langkah wajar. Namun, ada satu risiko yang sering terlewat: website baru yang lebih bagus justru kehilangan pengunjung dari Google karena alamat halaman lama tiba-tiba hilang.
Artikel ini membahas tanda-tanda website perlu di-redesign dan langkah-langkah agar perpindahan ke website baru tidak merusak posisi yang sudah dibangun di Google.
Tidak semua website lama harus diganti. Pertimbangkan redesign jika beberapa tanda berikut terjadi:
Jika masalahnya hanya konten yang usang, perbaikan konten mungkin sudah cukup. Namun, jika masalahnya ada di fondasi website, membangun ulang biasanya lebih efektif daripada menambal.
Google mengenal website Anda melalui alamat (URL) setiap halaman. Halaman /produk/kardus-box yang sudah lama muncul di hasil pencarian memiliki "riwayat" di Google. Jika di website baru alamat tersebut berubah menjadi /katalog/kemasan-karton tanpa pemberitahuan, Google dan pengunjung yang mengklik hasil pencarian akan menemukan halaman "tidak ditemukan" (error 404).
Akibatnya, posisi halaman tersebut bisa turun, dan tautan dari website lain yang mengarah ke alamat lama ikut terbuang. Kuncinya ada di dua hal: mempertahankan alamat yang sama, atau mengarahkan alamat lama ke alamat baru dengan benar. Tautan dari website lain itu berharga, jadi baca juga backlink untuk website perusahaan.
Sebelum mendesain apa pun, buat daftar semua halaman di website lama. Sumbernya bisa dari sitemap website lama, data halaman di Google Search Console, atau penelusuran manual. Untuk setiap halaman, catat:
Inventaris ini juga kesempatan untuk merapikan konten: menggabungkan halaman yang tumpang tindih, memperbarui informasi lama, dan menghapus yang sudah tidak berguna.
Jika memungkinkan, pertahankan alamat halaman yang sama di website baru. Cara ini paling aman. Namun, redesign sering menjadi kesempatan untuk merapikan struktur, sehingga sebagian alamat memang perlu berubah.
Untuk alamat yang berubah, gunakan redirect 301, yaitu pengalihan permanen dari alamat lama ke alamat baru. Redirect 301 memberi tahu browser dan Google bahwa halaman sudah pindah secara permanen, sehingga pengunjung diarahkan otomatis dan Google memahami bahwa halaman baru menggantikan halaman lama.
Beberapa prinsip penting:
Selain alamat, perhatikan juga judul halaman, deskripsi, dan isi teks halaman yang selama ini mendatangkan pengunjung. Jika halaman tertentu sudah muncul untuk kata kunci penting, jangan hapus atau ubah drastis isinya tanpa alasan kuat. Desain boleh berganti, tetapi informasi yang dicari pengunjung sebaiknya tetap ada.
Baca juga: cara agar website perusahaan muncul di Google.
Setelah website baru diluncurkan, kirim sitemap baru melalui Google Search Console. Dalam beberapa minggu berikutnya, periksa secara berkala:
Fluktuasi kecil setelah perpindahan adalah hal yang umum. Yang penting, masalah yang muncul segera diperbaiki. Kalau ada halaman yang tak kunjung muncul, cek penyebab halaman tidak muncul di Google.
Tidak harus. Jika alamat halaman dipertahankan atau dialihkan dengan redirect 301 yang tepat, dan konten penting tetap ada, posisi umumnya dapat dipertahankan. Fluktuasi sementara bisa terjadi selama Google memproses perubahan.
Tidak perlu, dan sebaiknya tidak jika tidak ada alasan kuat. Mengganti domain menambah pekerjaan pengalihan dan risiko. Jika memang harus berganti, seluruh alamat di domain lama perlu dialihkan ke domain baru. Baca juga memilih domain .co.id atau .com.
Sebaiknya dipertahankan dalam jangka panjang. Tautan dari website lain, dokumen, atau bookmark pelanggan bisa saja masih mengarah ke alamat lama bertahun-tahun kemudian.
Redesign yang baik mengganti tampilan, bukan menghapus jejak yang sudah dibangun di Google.
Berencana memperbarui website perusahaan? Lihat layanan pembuatan website kami, atau baca berapa lama membuat website perusahaan.