Redesign Website Perusahaan Tanpa Kehilangan Posisi di Google

Oleh · 19 Oktober 2026 · 5 menit baca

Ilustrasi website lama berganti menjadi website baru yang lebih modern

Website perusahaan yang dibuat bertahun-tahun lalu sering terasa ketinggalan zaman: tampilannya kurang rapi di ponsel, lambat dibuka, atau sulit diperbarui. Redesign adalah langkah wajar. Namun, ada satu risiko yang sering terlewat: website baru yang lebih bagus justru kehilangan pengunjung dari Google karena alamat halaman lama tiba-tiba hilang.

Artikel ini membahas tanda-tanda website perlu di-redesign dan langkah-langkah agar perpindahan ke website baru tidak merusak posisi yang sudah dibangun di Google.

Tanda website perlu di-redesign

Tidak semua website lama harus diganti. Pertimbangkan redesign jika beberapa tanda berikut terjadi:

  • Tampilan tidak rapi di ponsel: teks terlalu kecil, tombol sulit ditekan, atau halaman harus digeser ke samping.
  • Website lambat: halaman membutuhkan waktu lama untuk terbuka, terutama dari jaringan seluler.
  • Sulit diperbarui: setiap perubahan kecil harus menunggu developer, atau tidak ada yang tahu cara mengakses CMS-nya.
  • Informasi sudah tidak sesuai: produk, layanan, atau struktur perusahaan sudah berubah, tetapi website belum.
  • Kalah dibandingkan pesaing: calon pelanggan membandingkan, dan website Anda terlihat paling usang.
  • Belum ada HTTPS atau muncul peringatan "tidak aman" di browser.

Jika masalahnya hanya konten yang usang, perbaikan konten mungkin sudah cukup. Namun, jika masalahnya ada di fondasi website, membangun ulang biasanya lebih efektif daripada menambal.

Mengapa redesign bisa menurunkan posisi di Google?

Google mengenal website Anda melalui alamat (URL) setiap halaman. Halaman /produk/kardus-box yang sudah lama muncul di hasil pencarian memiliki "riwayat" di Google. Jika di website baru alamat tersebut berubah menjadi /katalog/kemasan-karton tanpa pemberitahuan, Google dan pengunjung yang mengklik hasil pencarian akan menemukan halaman "tidak ditemukan" (error 404).

Akibatnya, posisi halaman tersebut bisa turun, dan tautan dari website lain yang mengarah ke alamat lama ikut terbuang. Kuncinya ada di dua hal: mempertahankan alamat yang sama, atau mengarahkan alamat lama ke alamat baru dengan benar. Tautan dari website lain itu berharga, jadi baca juga backlink untuk website perusahaan.

Langkah 1: Buat inventaris konten

Sebelum mendesain apa pun, buat daftar semua halaman di website lama. Sumbernya bisa dari sitemap website lama, data halaman di Google Search Console, atau penelusuran manual. Untuk setiap halaman, catat:

  • Alamat halaman (URL)
  • Apakah halaman masih relevan
  • Apakah halaman mendapat kunjungan dari Google
  • Ke mana halaman ini akan dipindahkan di website baru

Inventaris ini juga kesempatan untuk merapikan konten: menggabungkan halaman yang tumpang tindih, memperbarui informasi lama, dan menghapus yang sudah tidak berguna.

Langkah 2: Pertahankan URL atau gunakan redirect 301

Jika memungkinkan, pertahankan alamat halaman yang sama di website baru. Cara ini paling aman. Namun, redesign sering menjadi kesempatan untuk merapikan struktur, sehingga sebagian alamat memang perlu berubah.

Untuk alamat yang berubah, gunakan redirect 301, yaitu pengalihan permanen dari alamat lama ke alamat baru. Redirect 301 memberi tahu browser dan Google bahwa halaman sudah pindah secara permanen, sehingga pengunjung diarahkan otomatis dan Google memahami bahwa halaman baru menggantikan halaman lama.

Diagram peta redirect 301 dari URL lama ke URL baru
Diagram peta redirect 301 dari URL lama ke URL baru

Beberapa prinsip penting:

  • Arahkan setiap alamat lama ke halaman baru yang paling relevan, bukan semuanya ke beranda.
  • Hindari rantai redirect, misalnya A ke B lalu B ke C. Arahkan A langsung ke C.
  • Halaman yang benar-benar dihapus dan tidak memiliki pengganti boleh dibiarkan menampilkan halaman "tidak ditemukan" yang ramah, dengan tautan ke halaman utama.

Langkah 3: Jaga elemen SEO yang sudah berjalan

Selain alamat, perhatikan juga judul halaman, deskripsi, dan isi teks halaman yang selama ini mendatangkan pengunjung. Jika halaman tertentu sudah muncul untuk kata kunci penting, jangan hapus atau ubah drastis isinya tanpa alasan kuat. Desain boleh berganti, tetapi informasi yang dicari pengunjung sebaiknya tetap ada.

Baca juga: cara agar website perusahaan muncul di Google.

Langkah 4: Pantau Search Console setelah peluncuran

Setelah website baru diluncurkan, kirim sitemap baru melalui Google Search Console. Dalam beberapa minggu berikutnya, periksa secara berkala:

  • Halaman yang dilaporkan "tidak ditemukan" (404) dan perlu diberi redirect
  • Halaman yang belum terindeks
  • Perubahan jumlah klik dan tayangan dibandingkan sebelum redesign

Fluktuasi kecil setelah perpindahan adalah hal yang umum. Yang penting, masalah yang muncul segera diperbaiki. Kalau ada halaman yang tak kunjung muncul, cek penyebab halaman tidak muncul di Google.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Semua halaman lama diarahkan ke beranda: Google bisa menganggapnya sebagai halaman yang hilang.
  • Website lama dimatikan tanpa daftar URL: setelah itu sulit mengetahui alamat apa saja yang perlu dialihkan.
  • Konten penting dipangkas demi desain: halaman terlihat bersih, tetapi informasi yang dicari pengunjung hilang.
  • Tidak memeriksa Search Console setelah peluncuran: error dibiarkan berminggu-minggu tanpa diketahui.

Pertanyaan umum

Apakah posisi di Google pasti turun setelah redesign?

Tidak harus. Jika alamat halaman dipertahankan atau dialihkan dengan redirect 301 yang tepat, dan konten penting tetap ada, posisi umumnya dapat dipertahankan. Fluktuasi sementara bisa terjadi selama Google memproses perubahan.

Apakah domain juga perlu diganti saat redesign?

Tidak perlu, dan sebaiknya tidak jika tidak ada alasan kuat. Mengganti domain menambah pekerjaan pengalihan dan risiko. Jika memang harus berganti, seluruh alamat di domain lama perlu dialihkan ke domain baru. Baca juga memilih domain .co.id atau .com.

Berapa lama redirect dari website lama perlu dipertahankan?

Sebaiknya dipertahankan dalam jangka panjang. Tautan dari website lain, dokumen, atau bookmark pelanggan bisa saja masih mengarah ke alamat lama bertahun-tahun kemudian.

Redesign yang baik mengganti tampilan, bukan menghapus jejak yang sudah dibangun di Google.

Berencana memperbarui website perusahaan? Lihat layanan pembuatan website kami, atau baca berapa lama membuat website perusahaan.