Backlink untuk Website Perusahaan: Cara Aman dan yang Harus Dihindari

Oleh · 4 November 2026 · 4 menit baca

Ilustrasi beberapa website yang terhubung ke website perusahaan dengan garis hijau, dan satu sumber link mencurigakan yang ditandai merah

Hampir setiap pemilik website pernah menerima pesan seperti ini: "Jual paket backlink, dijamin naik halaman satu Google." Harganya murah, jumlah linknya ratusan, dan janjinya terdengar meyakinkan. Wajar kalau Anda tergoda, apalagi kalau website pesaing sudah lebih dulu muncul di Google.

Backlink memang penting. Tapi cara mendapatkannya menentukan apakah link itu membantu atau justru merugikan. Artikel ini membahas apa itu backlink, cara yang aman untuk perusahaan B2B, dan cara yang sebaiknya dihindari.

Apa itu backlink, dan kenapa penting

Backlink adalah link dari website lain yang mengarah ke website Anda. Menurut Google, cara utama Google menemukan halaman baru adalah lewat link dari halaman lain yang sudah pernah dijelajahinya. Teks pada link juga memberi tahu pengguna dan Google tentang isi halaman yang dituju.

Tapi link bukan satu-satunya hal yang dinilai. Google menyebut PageRank, sistem yang memakai link, hanya salah satu dari banyak sinyal peringkat. Jadi jumlah backlink saja tidak menentukan posisi website Anda. Isi halaman yang menjawab kebutuhan pembeli tetap jadi dasarnya.

Yang dianggap spam oleh Google

Google punya kebijakan spam yang secara khusus membahas spam link. Beberapa contoh yang disebut di sana:

  • Membeli atau menjual link untuk memengaruhi peringkat, termasuk dibayar dengan barang atau jasa.
  • Tukar link berlebihan, atau halaman "partner" yang dibuat hanya untuk saling menautkan.
  • Memakai program atau jasa otomatis untuk membuat link ke website Anda.
  • Advertorial, artikel tamu, atau siaran pers berbayar yang linknya meneruskan nilai peringkat, atau memakai teks link yang dijejali kata kunci.
  • Link dari direktori atau situs bookmark berkualitas rendah.
  • Link di komentar forum atau tanda tangan forum yang dioptimalkan untuk kata kunci.

Google mendeteksi pelanggaran lewat sistem otomatis, dan kalau perlu lewat pemeriksaan manusia. Website yang melanggar bisa turun peringkatnya atau tidak tampil sama sekali. Paket "ratusan backlink murah" biasanya masuk ke salah satu kategori di atas.

Sumber backlink yang wajar untuk perusahaan B2B

Link yang aman adalah link yang memang masuk akal bagi pembaca website lain. Untuk perusahaan B2B, sumbernya sering sudah ada di sekitar Anda:

  • Prinsipal atau pabrikan yang punya halaman daftar distributor resmi.
  • Asosiasi industri yang menampilkan daftar anggota dengan link ke website anggota.
  • Pameran dagang yang memuat daftar peserta di websitenya.
  • Media atau portal berita yang meliput kegiatan perusahaan Anda karena memang ada beritanya.
  • Mitra dan pelanggan yang bersedia menyebut Anda sebagai pemasok, tentu dengan izin mereka.

Cara lain yang lebih lambat tapi bertahan lama: buat konten yang layak dirujuk. Panduan teknis, tabel spesifikasi yang rapi, atau studi kasus yang jujur bisa dikutip orang tanpa diminta. Google juga menyebut promosi lewat komunitas, media sosial, dan kegiatan offline bisa membantu orang menemukan website Anda, tapi promosi yang berlebihan justru bisa merugikan.

Baca juga: menulis studi kasus tanpa membuka rahasia klien.

Kalau memang membayar: sponsor, iklan, advertorial

Membayar untuk tampil di media atau menjadi sponsor acara tidak dilarang. Menurut Google, membeli link untuk iklan atau sponsor tidak melanggar kebijakan, asalkan linknya diberi atribut rel="sponsored" atau rel="nofollow". Atribut sponsored memang dibuat untuk link iklan dan penempatan berbayar.

Jadi kalau Anda memasang advertorial di portal berita, tanyakan ke pihak media apakah link ke website Anda diberi atribut itu. Tujuan advertorial adalah dibaca calon pembeli, bukan menaikkan peringkat.

Cek backlink website Anda sendiri

Google Search Console punya laporan Link. Di sana terlihat website mana yang paling sering menautkan ke website Anda, halaman Anda yang paling banyak ditautkan, dan teks link yang paling sering dipakai. Google menyarankan laporan ini dipakai untuk memeriksa apakah ada website asing atau mencurigakan. Perhatikan juga teks linknya. Kalau website lain menyebut Anda dengan nama perusahaan atau jenis produk yang benar, itu tanda yang baik. Kalau teksnya berisi kata kunci aneh yang tidak ada hubungannya dengan bisnis Anda, cari tahu asalnya.

Perlu diingat, laporan ini hanya sampel, bukan daftar lengkap semua link. Buka juga laporan Tindakan manual. Kalau pemeriksa di Google menemukan pelanggaran, pemberitahuannya muncul di sana.

Kalau sudah terlanjur membeli backlink

Jangan panik, dan jangan langsung menolak semua link. Google menyatakan bahwa dalam kebanyakan kasus, Google bisa menilai sendiri link mana yang bisa dipercaya.

  • Hentikan pembelian baru, dan minta penyedia jasa menghapus link yang bisa dihapus.
  • Pakai alat disavow hanya kalau perlu. Google menyarankannya hanya kalau ada banyak link spam yang mengarah ke website Anda dan link itu sudah, atau kemungkinan besar akan, menyebabkan tindakan manual. Google menyebut alat ini fitur lanjutan yang bisa merugikan kalau salah pakai.
  • Kalau ada tindakan manual, perbaiki semua masalahnya, lalu ajukan peninjauan ulang dari laporan Tindakan manual dengan penjelasan langkah yang sudah Anda ambil.

Pertanyaan sebelum memakai jasa SEO

  1. Dari website apa saja link akan didapat, dan bisakah saya melihat contohnya?
  2. Apakah ada link yang dibayar? Kalau ada, apakah diberi atribut sponsored atau nofollow?
  3. Apakah ada program otomatis yang dipakai untuk membuat link?
  4. Apa yang terjadi pada link itu kalau kerja sama berhenti?

Penyedia yang jujur bisa menjawab semuanya dengan jelas. Janji "pasti halaman satu" adalah tanda untuk berhati-hati.

Backlink yang baik datang karena ada alasan bagi orang lain untuk merujuk ke website Anda, bukan karena dibeli per paket.

Ingin website yang punya alasan untuk dirujuk? Baca cara menulis artikel untuk website perusahaan, atau hubungi kami untuk membicarakan website Anda.