Berapa Biaya Pembuatan Website Perusahaan? Ini Faktor yang Menentukan
Biaya pembuatan website perusahaan bisa berbeda jauh. Kenali faktor yang menentukan harga dan biaya rutin yang sering terlupakan sebelum memilih penawaran.
Baca artikel →
Banyak website perusahaan punya halaman produk yang isinya hanya foto, nama produk, dan tombol "Hubungi Kami". Pembeli yang datang dari Google harus menebak sisanya: ukurannya berapa, bahannya apa, bisa pesan berapa banyak. Kebanyakan tidak mau menebak. Mereka kembali ke hasil pencarian dan membuka website lain.
Kabar baiknya, halaman yang membantu pembeli biasanya juga lebih mudah dipahami Google. Artikel ini membahas isi halaman produk yang berguna untuk keduanya, langkah demi langkah.
Pembeli B2B membuka halaman produk dengan daftar pertanyaan di kepala. Sebelum menulis apa pun, kumpulkan pertanyaan itu dari tim sales. Biasanya yang paling sering muncul:
Kalau sebuah pertanyaan dijawab di halaman, satu chat bolak-balik dengan sales hilang. Pembeli yang menghubungi Anda setelah membaca halaman itu juga biasanya sudah lebih serius.
Hal pertama yang dilihat orang di hasil pencarian adalah judul halaman. Google menyarankan judul yang unik untuk setiap halaman, jelas, ringkas, dan menggambarkan isi halaman dengan tepat. Untuk halaman produk, judul yang menyebut jenis produk dan pembedanya hampir selalu lebih baik daripada kode internal atau nama seri saja.
Alamat halaman juga ikut membantu. Google menyarankan alamat yang memuat kata yang berguna bagi pengguna, bukan deretan angka acak. Bandingkan /produk/palet-plastik-1200x1000/ dengan /produk?id=3381. Yang pertama langsung terbaca.
Lalu tulis meta description: ringkasan pendek yang khusus untuk halaman itu, berisi poin paling penting. Jangan pakai satu deskripsi yang sama untuk semua produk.
Banyak distributor menyalin deskripsi dari brosur pabrikan apa adanya. Menurut Google, konten yang sama di beberapa tempat bukan pelanggaran kebijakan spam. Tapi Google juga menyarankan untuk tidak menyalin karya orang lain, dan menulis berdasarkan pengetahuan Anda sendiri. Kalau deskripsi Anda sama persis dengan puluhan website lain, tidak ada alasan kuat bagi Google atau pembeli untuk memilih halaman Anda.
Yang bisa Anda tambahkan dan tidak dimiliki brosur: pengalaman tim Anda dengan produk itu, pertanyaan yang sering diajukan pelanggan, dan informasi pemesanan dari perusahaan Anda. Susun teksnya dengan paragraf pendek dan subjudul. Google menyebut teks yang mudah dibaca dan tertata rapi sebagai salah satu ciri konten yang berguna.
Pembeli ingin melihat produk yang sebenarnya: dari beberapa sisi, detail sambungan atau permukaannya, dan kalau bisa, saat dipakai. Google juga menyebut foto yang tajam lebih menarik bagi pengguna daripada foto yang buram.
Beberapa hal kecil yang membantu Google memahami foto Anda:
Baca juga: foto produk untuk website.
Data terstruktur adalah kode tambahan yang menjelaskan isi halaman ke Google dalam format yang baku. Untuk produk, Google punya format Product. Kalau syaratnya terpenuhi, halaman Anda bisa tampil dengan informasi tambahan di hasil pencarian, misalnya harga atau rating.
Ada beberapa hal yang perlu Anda tahu sebelum memintanya ke pengembang website:
Hasilnya bisa dicek dengan alat Rich Results Test dari Google. Alat ini menangkap sebagian besar kesalahan teknis, tapi tidak semuanya.
Halaman produk yang baik selalu menunjukkan apa yang harus dilakukan pembeli setelah membaca. Untuk B2B, itu biasanya tombol minta penawaran yang membawa nama produk ke formulir, sehingga pembeli tidak perlu mengetik ulang. Tombol WhatsApp bisa jadi pilihan kedua, asal tidak menutupi isi halaman.
Baca juga: formulir permintaan penawaran yang efektif.
Halaman produk yang baik menjawab pertanyaan pembeli sebelum mereka sempat bertanya. Google cenderung menghargai halaman seperti itu.
Ingin halaman produk yang tertata seperti ini untuk seluruh katalog Anda? Lihat layanan website katalog produk kami, atau hubungi kami untuk membicarakan kebutuhan Anda.